Gaara Transforms Into Tree Stump - Naruto

Kamis, 14 Juni 2012

# AKU HANYA MEMIKIRKANMU #



Di kala itu ketika aku bersamamu
Indah, bak bunga mawar yang sedang bermekaran
Tapi ada bunga bangkai yang mengusik
Memecahkan kita, dan kini kau pergi

Gaara, adalah cowok berumur 18 tahun yang keren. Walaupun dibilang keren, ternyata dia juga banyak bicara. Banyak diantara cewek-cewek menyukai Gaara. Namun dari sekian banyak cewek yang mengidolakannya, Sakuralah cewek yang beruntung. Sakura termasuk cewek yang manis, cantik, dan menawan. Tak jarang, banyak juga cowok-cowok yang jatuh hati pada Sakura. Dan Sakura pun menjatuhkan hatinya untuk Gaara. Namun ada satu sifat Sakura yang dibenci teman-temannya, yaitu sombong dan cemburuan.
Suatu ketika, mereka hendak pergi ke toko buku, namun di jalan mereka bertemu dengan Sasuke, Naruto, Hinata dan Temari. Akhirnya mereka berbincang-bincang.

Naruto : “Hai, Gaara, Sakura.”
Gaara : “Eh, kalian. Mau ke mana ?”
Temari : “Jalan-jalan saja. Lalu kalian ?”
Sakura : “Maaf, kami harus ke toko buku segera.”
Sasuke : “Kenapa buru-buru, Sakura. Toko buku, kan 24 jam.”
Sakura : “Kami ada acara. Jadi jangan ganggu kami dulu.”
Gaara : “Sakura, kita kan baru ketemu temen-temen.”
Sakura : “Ya sudah jika kamu mau sama mereka, aku pergi sendiri.” ( Sakura pergi ).
Gaara : “Teman-teman, maafkan Sakura, ya.”
Hinata : “Tenang saja. Kami sudah maklum dengannya.”
Gaara : “Ya sudah, daripada dia marah, aku nyusul Sakura dulu, ya. Maaf, ya teman-teman. Jadi ga' enak, nich.”
Naruto : “Iya, iya. Sana, buru nyusul Sakura.”
Gaara : “Permisi, teman-teman.” ( Gaara menyusul Sakura yang marah ).
Temari : “Mau-maunya, sih Gaara mempertahankan hubungannya dengan Sakura. Aku jadi kasihan sama Gaara. Dia kayak jadi budaknya Sakura.”
Sasuke : “Kasihan apa suka ?”
Temari : “Kasihanlah. Enak saja suka.”
Hinata : “Jangan muna, Temari. Cewek mana yang ga' suka sama Gaara. Baik, keren, pinter lagi. Jujur aku juga ingin jadi pacarnya, tapi kalah sama Sakura yang cantik itu.”
Naruto : “Sama aku saja, Hinata. Aku juga baik, keren, pinter. Iya, kan, Sasuke ?”
Sasuke : “Dilihat dari sedotan kayaknya iya.”

Mendengar luconan Sasuke semua tertawa. Dalam benak Temari ingin sekali beruntung seperti Sakura. Bahwa sebenarnya Temari sangat menyukai Gaara sejak SD. Gaara adalah teman main Temari dulu. Mereka pernah bermain pernikahan. Temari membayangkan masa indah itu.

Gaara : “Kalau kita sudah besar nanti, aku akan menikahimu.”
Temari : “Benarkah ?”
Gaara : “Iya. Tapi karena menunggu besar itu sangat lama, aku akan menikahimu sekarang. Temari, maukah kamu menjadi istriku ?”
Temari : ( Tanpa ragu ). “Aku mau, Gaara. Aku mau menjadi istrimu.”

Namun bayangan itu buyar ketika Sasuke memukul punggung Temari karena Temari senyam-senyum sendirian. Hinata yang tahu bahwa Temari sangat menyukai Gaara paham benar atas hal itu.

Naruto : “Hey, kenapa diam saja kamu, Tema. Kita, kan mau mencari tugas sekolah kita.”
Temari : “Maaf, ya. Ayo, ayo.” ( Temari malu ).
Hinata : ( Berbisik pada Temari ). “Membayangkan Gaara lagi ?”
Temari : “Bayangan indah itu ga' akan pernah hilang, Hin.”
Hinata : “Jangan hyperbola begitu, Tema. Nanti kamu bisa jadi gila.”
Temari : “Habis gimana lagi, Hin. Aku ga' bisa melupakan peristiwa itu. Susah. Dia begitu berarti buatku. Aku ga' rela jika dia jadi budaknya Sakura. Gaara tuch polos, ga' tau apa-apa. Kalau dia kenapa-kenapa aku juga yang sedih.” ( Temari berkata keras ).
Naruto : “What !!! Memangnya Gaara kenapa, Tema ?”
Temari : “Eh, maaf. Ga' kenapa-kenapa, kok.”
Sasuke : “Kok ada budaknya Sakura. Kalian ngomongin Sakura sama Gaara, ya ?”
Hinata : “Bukan, ini masalah cewek.”
Sasuke : “Aku ga' bodoh, Hin. Jujur sajalah. Siapa tahu aku sama Naruto bisa membantu.”
Hinata : “Bukan aku yang punya masalah. Tapi Temari.”
Naruto : “Ada masalah dengan hubungan Sakura dan Gaara ?”

Karena Temari terpojok, akhirnya dia pun menceritakan semuanya.Sasuke dan Naruto juga paham apa yang dirasakan Temari. Karena memang masing-masing dari mereka pernah cintanya selalu bertepuk sebelah tangan. Sama seperti Naruto, yang sudah setahun ini berusaha menyatakan cintanya pada Hinata, tapi Hinata tak meresponnya.

Sasuke : “Ya, kalau begini permasalahannya mau gimana lagi, Tema. Ini sudah gawat kalau kamu ga' bisa melupakan Gaara. Tahu sendiri, Gaara menyukai Sakura, Sakura pun juga. Mereka layaknya sejoli yang ga' pernah bisa terpisahkan.”
Naruto : “Ga' gitu juga, Sas. Kita bisa membantu Tema untuk mendapatkan Gaara.”
Semua : “Caranya ??”
Naruto : “Wach, kompak. Jawabannya ada di Shikamaru.”
Temari : “Nani !!! Kenapa dia disangkutpautkan ?!”
Naruto : “Dalam masalah ini, dia jagonya.”
Hinata : “Apakah dia mau membantu ?”
Naruto : “Ya makanya kita tanya padanya dulu.”
Sasuke : “Terlalu lama. Kita tanya saja pada guru Kakashi. Dia yang paling berpengalaman.”
Hinata : “Bukankah guru Kakashi belum pernah pacaran ?”
Temari : “Sudahlah, biar aku saja yang merasakan sakit ini.”
Naruto : “Ga' bisa gitu juga, Tema. Bukankah kamu ga' mau jika Gaara jaid budaknya Sakura. Sakura memang sombong, cemburuan, dan ga' mau ngalah. Jika kita berusaha pasti bisa. Kamu mau, kan Gaara perhatian lagi padamu.”
Temari : “Ga' nolak kalau itu.”
Naruto : “Ya makanya. Sekarang bagi tugas saja. Aku tanya pada Shikamaru, Sasuke tanya pada guru Kakashi, Hinata sayang, kamu menemaniku menanyai Shikamaru, ya.”
Hinata : “Mmm, mau ga' ya. Ga' deh. Aku ga' mau. Aku mau tanya sama tuan Jiraiya.”
Naruto : “Whaaat !!! Jangan, Hin. Nanti kamu diapa-apain lho.”
Hinata : “Becanda. Wleeeek... Ya sudah, ayo kita mencari tugas kita dulu.”

Mereka meneruskan mencari tugas sekolah. Walaupun Temari masih sangat galau tentang itu.
Keesokan harinya di sekolah. Sakura sakit, dia tak masuk sekolah. Itu adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh cewek-cewek di sekolah. Bahkan ada yang dengan sengaja melukai Sakura agar dia tidak berangkat sekolah agar bisa dekat-dekat dengan Gaara. Gaara yang termasuk cowok setia sama sekali tak menggubris semua puja-pujaan cewek-cewek itu. Hanya beberapa mungkin, termasuk Temari.
Istirahat tiba, Temari mencoba mendekati Gaara di taman sekolah.

Temari : “Hai, Gaara.”
Gaara : “Temari.”
Temari : “Iya. Gimana kabarnya ? Lama kita ga' ngobrol begini semenjak kamu pacaran sama Sakura, ya.”
Gaara : “Iya. Dia terlalu overpro sepertinya padaku. Oh, iya, aku baik, kok. Kamu ?”
Temari : “Aku juga baik. Sangat baik. Kamu sangat menyukai Sakura, ya ?”
Gaara : “Iya. Kenapa memangnya ?”
Temari : “Ga' apa-apa sih. Tapi aku merasa ada kejanggalan.”
Gaara : “Maksudnya ?”
Temari : “Maaf, sebelumnya, Ra. Tapi aku takut kamu hanya sebagai budaknya Sakura.”
Gaara : “Budak ? Maksudnya apaan, sih, Temari ??”

Tiba-tiba Tenten dan Ino datang. Mereka adalah teman dari Sakura. Sontak Temari terkejut dan takut. Apalagi Sakura CS termasuk orang yang tak mau kalah. Temari ketakutan bukan main. Karena hanya dia saja lawan Sakura.

Tenten : “Apa-apaan kalian berduaan di sini.”
Ino : “Sakura sakit, kamu enak-enakan sama cewek tengil ini, Gaara ?”
Gaara : “Ga' seperti yang kalian bayangkan.”
Ino : “Ga' usah mengelak lagi, Ra. Kami sudah tahu semuanya.”
Tenten : “Dan kamu, Te-ma-ri, jangan coba-coba mengusik hubungan Gaara dengan Sakura.”
Temari : “Aku... aku....”
Tenten : “Aku ga' mau denger suaramu yang jelek itu, Temari.”
Ino : “Lebih baik kamu pergi saja, Tema. Daripada kulaporkan pada Sakura.”
Temari : “Iya. Permisi.” ( Temari pergi karena takut ).
Tenten : “Kamu jangan terpengaruh oleh anak tengil itu, Ra. Sakura itu sangat menyukaimu.”
Gaara : “Iya. Aku tahu itu.”

1 bulan telah berlalu. Ternyata hari ini adalah hari ulangtahun Sakura. Seluruh teman-temannya diundang. Tak terkecuali Temari. Acara sangat meriah. Namun, suatu kejadian harus dirasakan oleh Temari. Dengan sengaja Sakura mengerjai Temari. Temari di kancing di toilet yang kotor dan bau. Tak ada yang tahu. Hinata pun tak tahu.

Sasuke : “Hin, Temari di mana ?”
Hinata : “Dia tadi diajak Sakura.”
Naruto : “What !! Sakura ngajakin Temari ? Ini ga' beres. Pasti terjadi sesuatu.”
Sasuke : “Telvon saja Temari.”
Hinata : “Nomornya ga' aktif. Addduh, di mana dia, ya ?”
Sasuke : “Eh, itu ada teman-temannya Sakura.”
Naruto : “Oh, iya. Ino, Tenten !!”
Ino : “Eh, Naruto diundang juga, ya ? Ada apa ?”
Naruto : “Kalian tahu Temari, ga ?”
Tenten : “Temari ?? Itu bukan urusan kami, ya.”
Hinata : “Tadi Sakura ngajak Temari, tapi belum kelar-kelar juga. Kalian pasti tahu, kan ?”
Tenten : “Heh, kami ga' tahu apa-apa !!” ( Tenten dan Ino meninggalkan mereka bertiga ).
Sasuke : “Kurang ajar. Lebih baik kita berpencar saja.”
Naruto : “Setuju.”

Sedangkan di dalam toilet, Temari hanya memikirkan Gaara. Berharap Gaara bisa menemukannya. Hp-nya mati karena lowbat. Sakura lalu meninggalkan Temari merintih.

Temari : “Tuhan, seandainya aku harus selalu disiksa seperti ini aku rela, demi Gaara. Seandainya Gaara bisa menemukanku di sini, aku akan menjauhinya dan merelakan Gaara untuk Sakura.”

Gaara, yang tak sengaja lewat toilet mendengar suara Temari. Lalu dia hendak mendobrak.

Gaara : “Temari ?? Di situ Temari, bukan ??”
Temari : “Gaara ??! Iya, ini aku Temari, Ra. Tolong aku.”
Gaara : “Ya ampun. Ok, kamu mundur, kudobrak pintunya.”

Setelah itu, pintu berhasil dibuka, Temari keluar dengan airmata yang sudah membasahi seluruh wajahnya, saat itu juga, Sasuke, Naruto dan Hinata menemukan Temari dalam dekapan Gaara. Semua senang. Tapi seperti janji Temari tadi, dia akan merelakan Gaara.

Temari : “Gaara, ingatkah kamu waktu kita berumur 8 tahun, kamu melamarku, dan kamu menikahiku. Cincin dari rumput buatanmu masih tersimpan hingga sekarang. Tapi semuanya telah berubah. Kamu telah menjadi seseorang yang luar biasa. Dan aku masih seperti ini. Kamu sudah memiliki pendamping. Walaupun sebenarnya aku takut terjadi apa-apa padamu.”
Gaara : “Kamu masih menympannya ?”
Temari : “Iya. Hingga sekarang. Walapun sudah kering, aku ga' akan membuangnya. Bahwa hingga sekarang pun, aku masih menyukaimu. Tapi aku telah berjanji, jika kamu yang menemukanku, aku akan melupakanmu, aku akan merelakanmu. Karena tak sepatutnya aku memikirkanmu. Tapi aku harap, kita masih bisa berteman.”
Gaara : “Aku mau berteman denganmu, Temari. Maaf, karena aku sama sekali ga' tahu perasaanmu itu. Perasaaan yang sudah belasan tahun kamu pendam.”
Temari : “Semuanya sudah terjadi, ga' bisa diulang. Mau, kan kamu jadi sahabatku ?”
Gaara : “Aku mau. Dan aku berjanji, aku akan menjagamu. Aku ga' akan membiarkan Sakura, atau siapa pun melukaimu.”
Temari : “Terimakasih, Ra.”

Sejak kejadian itulah, Gaara dan Temari jadi sahabat. Sakura CS sudah mau menerima keputusan Gaara, karena Sakura sangat menyukai Gaara, jadi apa pun asala Gaara senang akan dilakukannya, termasuk tak menjahati Temari dan semuanya lagi.

Tidak ada komentar: